RSS

Arsip Tag: masjid

Kuburan Itu Tak Boleh Ada Di Masjid

Moschee-Neubau in Köln

Seperti hari-hari sebelumnya jika pulang dari aktivitas di luar dan mendapati waktu sholat di jalan maka kami akan singgah di masjid itu. Kami menamakannya masjid biru di jalan Kebagusan, karena memang warnanya juga biru. Sebelah kanan masjid itu berdiri tembok kokoh dan disebelah kirinya rumah penduduk terdapat kios didepannya. Antara masjid dan rumah ada jalanan yang bisa dilewati pejalan kaki dan sepeda motor. Hari itu setelah selesai sholat tiba-tiba zaujiy menanyakan sudah berapa kali kita sholat di masjid ini? Aku menjawab seadanya, ‘’mungkin sudah diatas dua puluh kali’’. Setelah itu zaujiy memacu motornya tapi dengan arah yang berbeda dan menyusuri jalanan kecil disamping masjid sekitar 50 meter ke belakang dan apa yang terjadi. Kami hanya bisa mengucapkan istighfar berulang kali. Sungguh tak menyangka jika masjid ini ada pekuburannya. Kurang lebih sepuluh kuburan ada dalam area masjid dibagian kiblat. Itu artinya kami harus mengulang sholat yang baru kami laksanakan. Lalu bagaimana dengan sholat-sholat wajib yang pernah kami lakukan di masjid ini. Masih ingin menanyakan kepada yang lebih mengetahui ilmunya. Ada trauma dalam hati untuk singgah sholat di masjid, bagaimana tidak ini yang ketiga kalinya kami terkecoh dengan penampilan masjidnya tanpa menyelidiki semua area sekitar masjid.

Sampai saat ini saya tak habis pikir kenapa orang-orang menguburkan mayat di area masjid. Apa faedahnya? Bagi yang meninggal dan yang hidup. Begitu jauhnya umat ini dari ilmu agamanya, dari aqidah yang benar. Tentunya, kuburan itu sudah di ketahui oleh orang pengurus masjid atau orang yang dianggap ‘alim oleh masyarakat sekitar. Jika orang yang dianggap ‘alim oleh masyarakat sekitar masih juga belum memahami aqidah yang benar bagaimana lagi dengan kalangan awam dari umat.

Mari kita lihat hukum sholat di masjid yang ada kuburan di dalamnya, dihalamannya atau di arah kiblatnya dari beberapa ulama ahlussunna di bawah ini :

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz ditanya : Bagaimana hukum sholat di masjid yang di dalamnya terdapat kuburan, di halamannya atau di arah kiblatnya?

Dijawab oleh Syaikh :

Jika di dalam masjid tersebut terdapat kuburan, maka tidak shah shalat di dalamnya. Baik kuburan tersebut di belakang orang-orang shalat maupun di depan mereka, baik di sebelah kanan maupun di sebelah kiri mereka, hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Allah melaknat kaum yahudi dan kaum nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai tempat-tempat ibadah” (Al-Bukhari, kitab Al-Jana’iz (1330), Muslim kitab Al-Masajid (529)

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka dan orang-orang shalih mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, maka janganlah kamu menjadikan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kamu dari hal itu” (Dikeluarkan oleh Muslim, dalam kitab shahihnya, dari Jundab bin Abdullah Al-Bajali kitab Al-Masajid (532)

Lain dari itu, karena shalat di kuburan itu termasuk sarana syirik dan sikap berlebihan terhadap penghuni kubur, maka kita wajib melarang hal tersebut, sebagai pengamalan terhadap hadits tersebut di atas dan hadits-hadits lainnya yang semakna, serta untuk menutup pintu penyebab syirik.

Dan fatwa ulama yang lainnya, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum shalat di masjid yang ada kuburannya ?

Dijawab oleh Syaikh : Jika masjid tersebut dibangun di atas kuburan, maka shalat di situ hukumnya haram, da itu harus dihancurkan, sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat kaum yahudi dan nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan para nabi mereka sebagai masjid-masjid, hal ini sebagai peringatan terhadap apa yang mereka perbuat.

Jika masjid itu telah dibangun lebih dulu daripada kuburannya, maka kuburan itu wajib dikeluarkan dari masjid, lalu dikuburkan di pekuburan umum, dan tidak ada dosa bagi kita dalam situasi seperti ini ketika membongkar kuburan tersebut, karena mayat tersebut dikubur di tempat yang tidak semestinya, sebab masjid-masjid itu tidak halal untuk menguburkan mayat.

Shalat di masjid (yang ada kuburannya) yang dibangun lebih dulu daripada kuburannya hukumnya sah dengan syarat kuburan tersebut tidak berada di arah kiblat sehingga seolah-olah orang shalat ke arahnya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan (HR Muslim, kitab Al-Masajid 9973) dengan lafazh : “Janganlah kalian duduk-duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya). Jika tidak mungkin membongkar kuburan tersebut, maka bisa dengan menghancurkan pagar masjidnya. [Majmu Fatawa Wa Rasa’il. Juz 2, hal. 234-235]

Yang saya sebutkan di atas hanyalah hukum seputar sholat di masjid yang ada kuburannya, belum lagi kita harus mengetahui hukum seputar berdo’a, sholat dan ziarah di kuburan. Seyogyanya setiap pribadi umat Islam bersegera dan bersemangat untuk mengetahui ilmu agamanya dan tunduk hatinya pada kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berusaha memahami ilmu agama berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah serta pemahaman para sahabat dan para salafussholeh.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2013 in Hadits, Ilmu, Tauhid

 

Tag: , , ,