RSS

Nasehat yang bisu itu bernama kematian..

22 Jun

Hari itu kami masih melihatnya segar bugar. Tak pernah ia mengeluhkan adanya penyakit yang ia derita. Dua hari kemudian kami kembali melihatnya terbaring tak berdaya. Beberapa jam setelahnya ia pun telah menghadap Rabb-Nya. Itulah kematian yang setiap orang tak pernah tahu kapan dan dimana serta dalam keadaan bagaimana ia akan meninggal. Semuanya terjadi secara tiba-tiba. Baik dalam keadaan sakit maupun dalam keadaan sehat..kematian itu terjadi dengan tiba-tiba..

Namun kita berharap di saat kematian itu datang, kita sedang berada dalam ketaatan kepada Allah, kita sedang dalam kondisi mengingat-Nya..yah..kita semua menginginkan kematian dalam khusnul khotimah..akhir yang baik dalam kehidupan kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ”Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR. Muslim).

Sebaik-baik bekal bagi kita dalam kehidupan ini adalah takwa..yaitu kita senantiasa menaati Allah dan tidak mengingkari-Nya, senantiasa bersyukur kepada Allah dan tidak mengkufuri-Nya, mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya. Jangan sampai kita menginginkan khusnul khotimah akan tetapi kehidupan keseharian kita dijalani dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah. Pendengaran tidak dijaga, pandangan diumbar, hati dipenuhi dengan penyakit hati dan jauh dari berdzikir dan mengingat Allah, Pencipta Alam Semesta ini. Sehingga jika meninggal dalam kondisi seperti ini maka yang diperoleh adalah suul khotimah..Na’udzubillah min dzalik.

Mari kita berazzam mulai saat ini kita memperbaiki taubat kepada Allah, kembali kepada-Nya dengan sebenar-benar taubat. Sudah cukuplah bagi kita kematian teman-teman kita dan juga orang-orang di sekitar kita yang begitu tiba-tiba menjadi nasehat dan pelajaran bagi kita untuk tidak lengah terhadap kematian. Mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya karena perjalanan yang akan kita tempuh sangat panjang. Kita hidup di dunia ini hanyalah seperti seorang musafir yang akan melanjutkan perjalanan setelah beristirahat dan mempersiapkan bekal untuk melanjutkan perjalanan.

Semoga Allah memberi khusnul khotimah dan mematikan kita dalam keadaan tidak terfitnah, serta dijauhkan dari suul khotimah..aamiin.

Jakarta, 20 Rajab 1432 H, 22 Juni 2011

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 22, 2011 in Nasehat

 

Tag: , , , ,

One response to “Nasehat yang bisu itu bernama kematian..

  1. Hadi Al Massa

    Juni 29, 2011 at 7:43 pm

    Semoga kita ajmain meninggal dalam keadaan khusnul khotimah…AAMIIN

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: